Dolor sit amet, consetetur sadipscing elitr, seddiam nonumy eirmod tempor. invidunt ut labore et dolore magna aliquyam erat, sed diam voluptua. Lorem ipsum dolor sit amet, consetetur sadip- scing elitr, sed diam nonumy eirmod tempor invidunt ut labore et dolore magna aliquyam erat, sed diam voluptua. Lorem ipsum dolor sit amet, consetetur sadipscing elitr, sed diam nonumy eirmod tempor invidunt ut labore et dolore magna aliquyam erat, sed diam voluptua. Lorem ipsum dolor sit amet, consetetur.
 

Tampilkan postingan dengan label Article. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Article. Tampilkan semua postingan

Harga Gambir Masih Belum Normal

Petani Muaro Paiti dan skitarnya masih belum cukup lega dengan harga gambir yang masih belum stabil, harga gambir yang berubah tiap minggunya membuat petani was was setiap akan mengantarkan gambir ke tempat penjualan.
Disalanal terasa bedanya ketika petani gambir tidak bisa menentukan harga gambirnya, padahal gambir itu diolah dengan sangat sulit, dan tengkulak lah yang menentukan harga, petani tak pernah dapat menentukan harganya.
Minggu lalu harga gambir berkisar di bawah Rp.20.000 per kilogramnya, dan itu belum bisa dikategorikan dalam kategori aman. Semoga minggu depan gambir kembali naik.
Read more

GAMBIR, MUTIARA BARU DARI SUMATERA BARAT

Masih banyak Sumber Daya Alam di Indonesia yang belum dimaksimalkan sebagai komoditi Ekspor. Salah satunya adalah tanaman gambir. Bisnis ukm telah menemukan betapa potensialnya Sumber Daya ini untuk digunakan dalam memenuhi berbagai kebutuhan industri luar negeri ataupun dalam negeri.

Gambir memang jarang ada yang mengenalnya, tidak seperti tanaman jarak, ataupun kelapa sawit yang telah dimanfaatkan potensial produknya. Kini Sumatera Barat sebagai penghasil Gambir terbanyak, memiliki produk unggulan yang dapat dimaksimalkan sebagai pemasukan Pendapatan Daerah.

Produk Gambir

Gambir adalah sejenis getah yang dikeringkan yang berasal dari ekstrak remasan daun dan ranting tumbuhan bernama sama (Uncaria gambir Roxb.). Di Indonesia gambir pada umumnya digunakan pada menyirih. Kegunaan yang lebih penting adalah sebagai bahan penyamak kulit dan pewarna. Gambir juga mengandung katekin (catechin), suatu bahan alami yang bersifat antioksidan. India mengimpor 68% gambir dari Indonesia, dan menggunakannya sebagai bahan campuran menyirih.

Gambir dibudidayakan pada lahan ketinggian 200-800 m diatas permukaan laut. Mulai dari topografi agak datar sampai di lereng bukit. Biasanya ditanam sebagai tanaman perkebunan di pekarangan atau kebun di pinggir hutan. Budidaya biasanya semiintensif, jarang diberi pupuk tetapi pembersihan dan pemangkasan dilakukan. Di Sumatra kegiatan penanaman ini sudah mengganggu kawasan lindung.

Hampir 95% produksi dibuat menjadi produk ini, yang dinamakan betel bite atau plan masala. Bentuk cetakan biasanya silinder, menyerupai gula merah. Warnanya coklat kehitaman. Gambir (dalam perdagangan antarnegara dikenal sebagai gambier) biasanya dikirim dalam kemasan 50kg. Bentuk lainnya adalah bubuk atau “biskuit”. Nama lainnya dalah catechu, gutta gambir, catechu pallidum (pale catechu).

Kandungan yang utama dan juga dikandung oleh banyak anggota Uncaria lainnya adalah flavonoid (terutama gambiriin), katekin (sampai 51%), zat penyamak (22-50%), serta sejumlah alkaloid (seperti gambirtannin dan turunan dihidro- dan okso-nya. Selain itu gambir dijadikan obat-obatan modern yang diproduksi negara jerman, dan juga sebagai pewarna cat, pakaian

Umumnya, gambir dikenal berasal dari Sumatera Barat. Terutama dari Kabupaten 50 Kota. Sebagai sentra penghasil gambior, Kabupaten 50 Kota merupakan lokasi yang strategis dan cocok untuk investor perkebunan. Harga jualnya di tingkat petani per kg adalah IDR 5.000 hingga IDR 20.000; di pasaran ekspor harganya berkisar dari USD1,46 hingga USD2,91. Ekspor gambir juga menunjukkan pertumbuhan yang baik.

Gambir dapat dipanen 2 hingga 4 kali dalam setahun selama 15 tahun sejak pertama dipanen tetapi seperti komoditi unggulan lainnya diberbagai daerah, Tanaman gambir di Sumatera Barat juga mengalami masalah klasik yaitu terjadi fluktuasi harga ditingkat petani yang berdampak langsung bagi kesejahteraan petani.(hn.Humas.PPHP)

Kegunaan / Manfaat

Kegunaan utama adalah sebagai komponen menyirih, yang sudah dikenal masyarakat kepulauan Nusantara, dari Sumatra hingga Papua sejak paling tidak 2500 tahun yang lalu. Diketahui, gambir merangsang keluarnya getah empedu sehingga membantu kelancaran proses di perut dan usus. Fungsi lain adalah sebagai campuran obat, seperti sebagai luka bakar, obat sakit kepala, obat diare, obat disentri, obat kumur-kumur, obat sariawan, serta obat sakit kulit (dibalurkan); penyamak kulit; dan bahan pewarna tekstil untuk industri batik. Selain itu juga gambir digunakan penduduk sebagai ramuan untuk mengkonsumsi sirih dan obat untuk sakit perut.

Fungsi yang tengah dikembangkan juga adalah sebagai perekat kayu lapis atau papan partikel. Produk ini masih harus bersaing dengan sumber perekat kayu lain, seperti kulit kayu Acacia mearnsii, kayu Schinopsis balansa, serta kulit polong Caesalpinia spinosa yang dihasilkan negara lain.

Penyebaran Gambir

Bila ditinjau dari ketersediaan lahan di Sumatera Barat maka terlihat adanya keterbatasan. Sekitar 60 persen dari lahan yang ada merupakan perbukitan dan lahan miring dan 15 persen saja yang telah disepakati untuk lahan pertanian. Secara keseluruhan hanya tersedia sekitar 450.000 ha lahan yang potensial untuk perluasan tanaman perkebunan.

Di Sumatera Barat tanaman gambir tumbuh dengan baik didaerah Limapuluh Kota, Pesisir Selatan dan daerah tingkat II lainnya. Di Kabupaten Limapuluh Kota sebanyak 11.937 Ha dengan produksi 7.379 ton pertahun. Di Kabupaten Pesisir Selatan sebanyak 24.69 Ha dengan produksi 688 ton pertahun dan Kabupaten lainnya seluas 175 Ha yang sebahagian besar belum berproduksi.

Kabupaten 50 Kota terletak di bagian timur wilayah Provinsi Sumatera Barat atau 124 km dari Kota Padang, ibu kota provinsi. Luas wilayahnya 3.354,30 km persegi, terbagi dalam delapan kecamatan dengan 180 desa dan 505 dusun. Payakumbuh, ibu kota Kabupaten Limapuluh Kota dapat dicapai dalam waktu setengah jam dengan mencarter kendaraan dari Bukittinggi yang berjarak 33 km.

Luas diatas potensial dan memenuhi skala ekonomi untuk dikembangkan. Jumlah unit usaha pengolahan gambir di Sumatera Barat tercatat sebanyak 3571 unit dengan tenaga kerja 6908 orang dan investasi Rp 1.029.614.000. Data produksi gambir di Sumatera Barat sebenarnya belum tersedia dengan lengkap, khususnya untuk konsumsi dalam negeri. Bila berpedoman kepada angka produksi tahun 1997 dan angka ekspor pada tahun yang sama maka 98 persen produksi gambir diekspor dan 2 persen dikonsumsi dalam negeri.

Komoditi Ekspor

Tidak banyak Propinsi di Indonesia yang mampu menjadikan komoditasnya menjadi komoditas unggulan yang mampu mendominasi pasar dunia. Salah satunya adalah Sumatera Barat dengan tanaman gambir. Tanaman Gambir atau uncaria gambir roab merupakan komoditas unggulan propinsi Sumatera Barat yang mampu memasok 90 persen kebutuhan pasar dunia dengan tujuan utama ke India, Pakistan, Singapura, Thailand dan Malaysia.

Dari data tahun 2005 Dinas Perkebunan Propinsi Sumatera Barat total luas areal tanaman gambir di Sumatera Barat adalah 19.658 dengan Daerah penghasil utama tanaman ini di adalah Kabupaten 50 Puluh Kota seluas 13.558 Ha dan di kabupaten pesisir selatan seluas 4.714 Ha dan sisanya tersebar di delapan kabupaten lainnya di Sumatera Barat. Realisasi ekspor gambir pada tahun 2003 mencapai US$.668,523 kemudian meningkat sebesar 44,6 % pada tahun 2004 menjadi US$.967,000 (bisnis-18 Okt 2005). dan pada tahun 2005 total nilai ekspor sebesar USD.622,460.00 dengan pencapaian produksi sebesar 13.249 Ton.

Gambir bersama dengan karet, semen, dan kayu lapis termasuk dalam 10 komoditas utama ekspor Sumatera Barat. Untuk ekspor, gambir dikirim melalui Medan, sedangkan untuk pasaran dalam negeri dikirim ke Jakarta. Volume ekspor gambir Provinsi Sumatera Barat tahun 2000 besarnya 1.339.860 kg. Nilai ekspor komoditas yang diekspor ke India, Singapura, dan Pakistan ini 1.808.503 dollar Amerika.

Bila gambir yang diekspor tersebut digunakan sebagai bahan baku perekat kayu lapis didalam negeri maka baru akan memenuhi kebutuhan tiga pabrik kayu lapis yang berkapasitas 5000-6000 m3/bulan. Hal ini akan masih tetap terlalu sedikit dibanding kebutuhan pabrik kayu lapis dan papan partikel yang ada di Pulau Sumatra. Dan gambir dapat diolah didalam negeri menjadi bentuk yang lain dari sekarang, seperti bentuk biskuit dan tepung gambir sesuai dengan permintaan pasar dunia. Negara India saja membutuhkan gambir sebanyak 6000 ton pertahun. Terlihat bahwa prospek luar negeri masih terbuka.

Klasifikasi ilmiah tanaman Gambir

Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Gentianales
Famili : Rubiaceae
Genus : Uncaria
Spesies : U. gambir
Nama binomial : Uncaria gambir

sumber http://bisnisukm.com/tanaman-gambir-mutiara-baru-dari-sumatera-barat.html
Read more

Wading Through Various Grill Features

When looking into different grills features, you may be visaged with what seems like a foreign language. How are you suppose to pick the grill that is best for you if you do not understand what you are reading? While the language used when describing grills will not get any easier to read, understanding what the majority if what it means will help you make an informed decision.

Perhaps one of the most important things you should consider is the fuel type. Charcoal grills are one of the most used types of grills. Charcoal grills utilize charcoal and lighter fluid to heat up and cook your food.

Charcoal grills come in all shapes and sizes, and vary in cost. Charcoal requires you to buy charcoal and lighter fluid each time you cook with it. It must also be cleaned out each time. Charcoal grills come in small sizes, which are ideal for apartment dwellers or people with small homes. Once you have used your charcoal grill, you can clean it, and store it away. Propane grills are also useful for someone in small areas, since they can come in smaller sizes. Propane grills use propane gas to cook your food. If you want to quickly cook foods while still maintaining a grilled flavor, you may want to consider Propane grills. Natural gas grills are a little more complicated then smaller grills, so they require more room. Natural gas grills are meant to hook up directly to your home's natural gas line, and can cook meat in record time. Smoker Grills are used when flavor is the number one priority. Smoker grills use wood to slow cook your meat. Flavor can be controlled by using different types of woods.

BTU is the measure of the amount of cooking power the barbeque grill as. Simple math will be needed in determining the amount of heat that your grill produces. Take the amount of space available for cooking (typically measured by square inch) and divide it by the total amount of BTU's. Ideally you will want at least 95 to 100 BTU's per square inch of cooking space. So for example, if you have a grill with 50,000 BTU's and 450 square inches of cooking space, then you will be receiving about 111 BTU's of cooking power per square inch. Anything less, and you may want to consider a different grill.

The next thing you will want to consider is the cooking surfaces. How much space does it have? Will you be able to cook for just yourself, or you entire family? Depending on your situation, you may want to consider a larger or smaller grill.

What about cleaning? Does your grill have anything type of features that allow you to clean it easier? Some grills offer such things as a cleaning door, which allows you to easier remove the used fuels. This is handy if you decide on a charcoal and smoker grill. Some grills have a none stick surface, which allows you to cook without food sticking, and allows for very easy cleanup.

Another feature some grills offer the ability to control different areas of your grill with different temperatures. This is typically controlled by knobs on the front, similar to an oven. This allows you to cook different types of foods at the same time. If you want to cook a whole meal on the grill, this can be possible.

Starting your grill changed drastically with apiece type of grill. Smokers and Charcoal burners require you to light the media, the move for it to burn out and turn to embers before cooking. This can take anywhere from 20 to 45 minutes. Natural gas and propane gar grills can be started instantly, wither by lighting the burners with a lighter, or by a knob on the front, which is attached to a small hammer that slams into a crystal, causing enough spark to ignite the fuel.
Read more