Sudah berlangganan artikel blog ini via RSS Feed?

Harga Gambir Masih Belum Normal

Petani Muaro Paiti dan skitarnya masih belum cukup lega dengan harga gambir yang masih belum stabil, harga gambir yang berubah tiap minggunya membuat petani was was setiap akan mengantarkan gambir ke tempat penjualan.
Disalanal terasa bedanya ketika petani gambir tidak bisa menentukan harga gambirnya, padahal gambir itu diolah dengan sangat sulit, dan tengkulak lah yang menentukan harga, petani tak pernah dapat menentukan harganya.
Minggu lalu harga gambir berkisar di bawah Rp.20.000 per kilogramnya, dan itu belum bisa dikategorikan dalam kategori aman. Semoga minggu depan gambir kembali naik.

Read More → Harga Gambir Masih Belum Normal

Petani tak sanggup tentukan harga gambir

Limapuluh Kota- Salah satu faktor yang mengakibatkan kesejahteraan petani gambir di Limapuluh Kota belum cukup baik adalah masalah harga gambir. Posisi tawar petani masih rendah.
‘’Hal ini karena harga gambir masih ditentukan oleh peda gang dan eksportir. Harga yang dipatok masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan harga pasaran di luar negeri. Jika kita cermati harga gambir di luar negeri 5 sampai 10 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan harga gambir di Limapuluh Kota,” ujar Bupati Limapuluh Kota Alis Marajo, Selasa (8/11).
Bupati berpendapat, kerjasama dengan perguruan tinggi untuk meningkatkan pengetahuan petani tentang manfaat gambir akan bisa memberikan posisi tawar lebih baik bagi petani saat ber hadapan dengan pedagang dan eksportir.
Dikatakan, saat ini di Limapuluh Kota sudah ada pabrik pengolahan gambir yang berlokasi di nagari Sungai Antuan Kecamatan Mungka, di bawah pengelolaan Perusahaan Daerah Gonjong Limo. Kebe radaan pabrik ini diharapkan bisa memberikan nilai tambah untuk mewujudkan kesejah teraan petani gambir.
Daerah ini dikenal sebagai produsen gambir. Data Dinas Perkebunan Limapuluh Kota, pada 2010 luas daerah penanaman gambir di Limapuluh Kota mencapai 14.682,50 hektare dengan produksi sebesar 14.601 ton per tahun. Sentranya di Kecamatan Kapur IX dan Kecamatan Pang kalan Koto Baru. (harriansinggalang.co.id)

Read More → Petani tak sanggup tentukan harga gambir

Semoga Harga Gambir Naik Lagi

Kamis kali ini dia awal November 2011 menunggu brapa harga gambir di pasar baru Muaro Paiti.?,
Setelah minggu lalu haga gambir berkisar antara 20.000 rupiah, semoga saja perekonomian makin membaik di kapur sembilan dengan semakin baik pula haga komodity gambir.
Hari ini juga terdengar beberapa keluhan dari masayarakat tentang gambir, tapi bukan kendala pada gambir atau harganya lagi, namun cuaca yang sering tak menentu, membuat para petani harus seperti gembala ternak, tiap sepuluh menit melihat keatas, apakah akan hujan?, takunya hari ini tidak bisa menjual gambir karena masih basah atau lembab.
Semoga hari ini lebih mahal dari minggu lalu, amiin. . .

Read More → Semoga Harga Gambir Naik Lagi

Petani harus jadi penentu harga gambir

Gambir andalan dari Kapur IX makin hari makin bagus saja kualitasnya, pola bertani dan pengolahan gambir yang sudah makin membaik. Getah gambir yang dihasilkanpun telah makin meningkat.
Petani gambir saat ini sudah mampu mendapatkan kualitas perasan gambir yang memuaskan untuk para pembeli di luar nageri, namun harga masih saja belum maksimal untuk kualitas seperti itu, masih banyak yang "bermain" hingga harga yang diberikan kepada petani masih rendah.
Hingga akhir 2010 ini, harga gambir tertinggi di Kapur IX mencapai Rp. 30.000 per kilo, dibandingkan dengan tahun tahun sebelumnya yang sulit mencapai angka duapuluh ribu saja sangat susah karena masih rendahnya kualitas gambir.
Selanjutnya bukan tidak mungkin petani bisa menentukan harga gambir, petani yang menentukan berapa harus dijual gambir hasil kebunnya, namun itu buh sebuah rancangan dan hasil yang lebih sempurna.
Semoga saja gambir kapur sembilan tetap jadi yang terbaik dan nomor satu di Dunia.

Read More → Petani harus jadi penentu harga gambir

Harga Gambir Capai tingkat teratas

Setelah beberapa bulan yang lau harga Gambir di Kapur IX merosot, namun sekarang harga gambir di Kapur IX sudah mulai membaik, seperti di nagari Mauro Ppada minggu pertama bulan april kemaren, harga gambir sudah mencapai 30 ribu per kilogram, dan untuk gambir tipe lumpang sudah mencapai harga tertinggi yaitu Rp.38.000 per kg.
semoga harga gambir ini mengalami kenaikan setiap waktunya, karena kehidupan masyarakat Kapur IX bergantung pada sektor Gaambir.
dan untuk harga Karet di kapur IX masih cukup rendah yaitu kisaran 6000/kg.
jadi masayrakat sudah mulai beralih ke Ladang gambir.

Read More → Harga Gambir Capai tingkat teratas

GAMBIR, MUTIARA BARU DARI SUMATERA BARAT

Masih banyak Sumber Daya Alam di Indonesia yang belum dimaksimalkan sebagai komoditi Ekspor. Salah satunya adalah tanaman gambir. Bisnis ukm telah menemukan betapa potensialnya Sumber Daya ini untuk digunakan dalam memenuhi berbagai kebutuhan industri luar negeri ataupun dalam negeri.

Gambir memang jarang ada yang mengenalnya, tidak seperti tanaman jarak, ataupun kelapa sawit yang telah dimanfaatkan potensial produknya. Kini Sumatera Barat sebagai penghasil Gambir terbanyak, memiliki produk unggulan yang dapat dimaksimalkan sebagai pemasukan Pendapatan Daerah.

Produk Gambir

Gambir adalah sejenis getah yang dikeringkan yang berasal dari ekstrak remasan daun dan ranting tumbuhan bernama sama (Uncaria gambir Roxb.). Di Indonesia gambir pada umumnya digunakan pada menyirih. Kegunaan yang lebih penting adalah sebagai bahan penyamak kulit dan pewarna. Gambir juga mengandung katekin (catechin), suatu bahan alami yang bersifat antioksidan. India mengimpor 68% gambir dari Indonesia, dan menggunakannya sebagai bahan campuran menyirih.

Gambir dibudidayakan pada lahan ketinggian 200-800 m diatas permukaan laut. Mulai dari topografi agak datar sampai di lereng bukit. Biasanya ditanam sebagai tanaman perkebunan di pekarangan atau kebun di pinggir hutan. Budidaya biasanya semiintensif, jarang diberi pupuk tetapi pembersihan dan pemangkasan dilakukan. Di Sumatra kegiatan penanaman ini sudah mengganggu kawasan lindung.

Hampir 95% produksi dibuat menjadi produk ini, yang dinamakan betel bite atau plan masala. Bentuk cetakan biasanya silinder, menyerupai gula merah. Warnanya coklat kehitaman. Gambir (dalam perdagangan antarnegara dikenal sebagai gambier) biasanya dikirim dalam kemasan 50kg. Bentuk lainnya adalah bubuk atau “biskuit”. Nama lainnya dalah catechu, gutta gambir, catechu pallidum (pale catechu).

Kandungan yang utama dan juga dikandung oleh banyak anggota Uncaria lainnya adalah flavonoid (terutama gambiriin), katekin (sampai 51%), zat penyamak (22-50%), serta sejumlah alkaloid (seperti gambirtannin dan turunan dihidro- dan okso-nya. Selain itu gambir dijadikan obat-obatan modern yang diproduksi negara jerman, dan juga sebagai pewarna cat, pakaian

Umumnya, gambir dikenal berasal dari Sumatera Barat. Terutama dari Kabupaten 50 Kota. Sebagai sentra penghasil gambior, Kabupaten 50 Kota merupakan lokasi yang strategis dan cocok untuk investor perkebunan. Harga jualnya di tingkat petani per kg adalah IDR 5.000 hingga IDR 20.000; di pasaran ekspor harganya berkisar dari USD1,46 hingga USD2,91. Ekspor gambir juga menunjukkan pertumbuhan yang baik.

Gambir dapat dipanen 2 hingga 4 kali dalam setahun selama 15 tahun sejak pertama dipanen tetapi seperti komoditi unggulan lainnya diberbagai daerah, Tanaman gambir di Sumatera Barat juga mengalami masalah klasik yaitu terjadi fluktuasi harga ditingkat petani yang berdampak langsung bagi kesejahteraan petani.(hn.Humas.PPHP)

Kegunaan / Manfaat

Kegunaan utama adalah sebagai komponen menyirih, yang sudah dikenal masyarakat kepulauan Nusantara, dari Sumatra hingga Papua sejak paling tidak 2500 tahun yang lalu. Diketahui, gambir merangsang keluarnya getah empedu sehingga membantu kelancaran proses di perut dan usus. Fungsi lain adalah sebagai campuran obat, seperti sebagai luka bakar, obat sakit kepala, obat diare, obat disentri, obat kumur-kumur, obat sariawan, serta obat sakit kulit (dibalurkan); penyamak kulit; dan bahan pewarna tekstil untuk industri batik. Selain itu juga gambir digunakan penduduk sebagai ramuan untuk mengkonsumsi sirih dan obat untuk sakit perut.

Fungsi yang tengah dikembangkan juga adalah sebagai perekat kayu lapis atau papan partikel. Produk ini masih harus bersaing dengan sumber perekat kayu lain, seperti kulit kayu Acacia mearnsii, kayu Schinopsis balansa, serta kulit polong Caesalpinia spinosa yang dihasilkan negara lain.

Penyebaran Gambir

Bila ditinjau dari ketersediaan lahan di Sumatera Barat maka terlihat adanya keterbatasan. Sekitar 60 persen dari lahan yang ada merupakan perbukitan dan lahan miring dan 15 persen saja yang telah disepakati untuk lahan pertanian. Secara keseluruhan hanya tersedia sekitar 450.000 ha lahan yang potensial untuk perluasan tanaman perkebunan.

Di Sumatera Barat tanaman gambir tumbuh dengan baik didaerah Limapuluh Kota, Pesisir Selatan dan daerah tingkat II lainnya. Di Kabupaten Limapuluh Kota sebanyak 11.937 Ha dengan produksi 7.379 ton pertahun. Di Kabupaten Pesisir Selatan sebanyak 24.69 Ha dengan produksi 688 ton pertahun dan Kabupaten lainnya seluas 175 Ha yang sebahagian besar belum berproduksi.

Kabupaten 50 Kota terletak di bagian timur wilayah Provinsi Sumatera Barat atau 124 km dari Kota Padang, ibu kota provinsi. Luas wilayahnya 3.354,30 km persegi, terbagi dalam delapan kecamatan dengan 180 desa dan 505 dusun. Payakumbuh, ibu kota Kabupaten Limapuluh Kota dapat dicapai dalam waktu setengah jam dengan mencarter kendaraan dari Bukittinggi yang berjarak 33 km.

Luas diatas potensial dan memenuhi skala ekonomi untuk dikembangkan. Jumlah unit usaha pengolahan gambir di Sumatera Barat tercatat sebanyak 3571 unit dengan tenaga kerja 6908 orang dan investasi Rp 1.029.614.000. Data produksi gambir di Sumatera Barat sebenarnya belum tersedia dengan lengkap, khususnya untuk konsumsi dalam negeri. Bila berpedoman kepada angka produksi tahun 1997 dan angka ekspor pada tahun yang sama maka 98 persen produksi gambir diekspor dan 2 persen dikonsumsi dalam negeri.

Komoditi Ekspor

Tidak banyak Propinsi di Indonesia yang mampu menjadikan komoditasnya menjadi komoditas unggulan yang mampu mendominasi pasar dunia. Salah satunya adalah Sumatera Barat dengan tanaman gambir. Tanaman Gambir atau uncaria gambir roab merupakan komoditas unggulan propinsi Sumatera Barat yang mampu memasok 90 persen kebutuhan pasar dunia dengan tujuan utama ke India, Pakistan, Singapura, Thailand dan Malaysia.

Dari data tahun 2005 Dinas Perkebunan Propinsi Sumatera Barat total luas areal tanaman gambir di Sumatera Barat adalah 19.658 dengan Daerah penghasil utama tanaman ini di adalah Kabupaten 50 Puluh Kota seluas 13.558 Ha dan di kabupaten pesisir selatan seluas 4.714 Ha dan sisanya tersebar di delapan kabupaten lainnya di Sumatera Barat. Realisasi ekspor gambir pada tahun 2003 mencapai US$.668,523 kemudian meningkat sebesar 44,6 % pada tahun 2004 menjadi US$.967,000 (bisnis-18 Okt 2005). dan pada tahun 2005 total nilai ekspor sebesar USD.622,460.00 dengan pencapaian produksi sebesar 13.249 Ton.

Gambir bersama dengan karet, semen, dan kayu lapis termasuk dalam 10 komoditas utama ekspor Sumatera Barat. Untuk ekspor, gambir dikirim melalui Medan, sedangkan untuk pasaran dalam negeri dikirim ke Jakarta. Volume ekspor gambir Provinsi Sumatera Barat tahun 2000 besarnya 1.339.860 kg. Nilai ekspor komoditas yang diekspor ke India, Singapura, dan Pakistan ini 1.808.503 dollar Amerika.

Bila gambir yang diekspor tersebut digunakan sebagai bahan baku perekat kayu lapis didalam negeri maka baru akan memenuhi kebutuhan tiga pabrik kayu lapis yang berkapasitas 5000-6000 m3/bulan. Hal ini akan masih tetap terlalu sedikit dibanding kebutuhan pabrik kayu lapis dan papan partikel yang ada di Pulau Sumatra. Dan gambir dapat diolah didalam negeri menjadi bentuk yang lain dari sekarang, seperti bentuk biskuit dan tepung gambir sesuai dengan permintaan pasar dunia. Negara India saja membutuhkan gambir sebanyak 6000 ton pertahun. Terlihat bahwa prospek luar negeri masih terbuka.

Klasifikasi ilmiah tanaman Gambir

Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Gentianales
Famili : Rubiaceae
Genus : Uncaria
Spesies : U. gambir
Nama binomial : Uncaria gambir

sumber http://bisnisukm.com/tanaman-gambir-mutiara-baru-dari-sumatera-barat.html

Read More → GAMBIR, MUTIARA BARU DARI SUMATERA BARAT

Petani Tak Berdaya Tentukan Harga Gambir

LIMAPULUH KOTA, SENIN - Petani gambir di Nagari Durian Tinggi Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota, tidak berdaya menentukan harga jual gambir. Mereka umumnya mendapatkan harga sesuai dengan keinginan para pengepul.

Wali Nagari Durian Tinggi, Ardianto, Senin (9/3), mengatakan petani tidak mempunyai daya tawar ketika berhadapan dengan para pengepul. Selain itu, petani tidak mempunyai pilihan lain untuk menjual gambir kecuali ke pedagang yang datang ke nagari mereka.

Kalau sedang ada pengepul dari luar daerah ini, harga gambir bisa terdongkrak naik karena ada peningkatan permintaan. "Tapi, ketika tidak ada pedagang lain yang datang ke sini, pengepul yang bermukim di kecamatan ini membeli gambir petani dengan harga rendah," papar Ardianto.

Harga gambir terendah yang pernah dialami oleh petani mencapai Rp 6.000 per kilogram. Bila sedang baik, harga gambir bisa mencapai Rp 30.000 per kilogr am. Saat ini harga gambir berkisar antara Rp 25.000-27.000 per kilogram.

Untuk nagari ini saja, hasil gambir mencapai 36 ton per minggu. Di Durian Tinggi, sekitar 80 persen dari 700 keluarga mendapatkan penghasilan utama dari gambir.

Kondisi yang dialami petani gambir ini jauh berbeda dibandingkan pedagang di pertokoan. Bila berbelanja di toko, harga jual barang ditentukan oleh pedagang yang mempunyai barang. Namun, dalam pertanian, petani umumnya harus tunduk dengan harga yang disodorkan pembeli atau pengepul.

Read More → Petani Tak Berdaya Tentukan Harga Gambir